Friday, February 26, 2010

Not Afraid To Stand Alone

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI PENYAYANG...

Satu lirik lagu yang menyentuh sensitivi kehidupan seharianku,
terkadang terasa keseorangan dan kesepian.
Tapi sebenarnya diri ini lupa bhw Allah sentiasa di sisi..
Menunggu pengharapan hamba2Nya yg lalai dgn dunia..

Kini ku sedari dan tak ingin lagi terlena..
Menyedari mengapaku perlu bersedih hati dgn dunia..
sedangkan telah dikurniakn kpdku nikmat IMAN & ISLAM..
TERUSKN MUJAHADAH!!

Native Deen
Album: Not Afraid to Stand Alone
Song: Stand Alone


Chorus
I am not afraid to stand alone
I am not afraid to stand alone
If Allah's by my side
I am not afraid to stand alone
Everything will be alright
I am not afraid to stand alone
Gonna keep my head up high

I'm not afraid to stand alone
If Allah's by my side
Everything will be alright
Gonna keep my head up high

Single mother raising her children
And now she's a Muslim
Started praying and wearing a headscarf
Was healing for her heart

Struggling with no one to lean on
But with prayer she would be strong
Had a job but then she was laid off
Got a better education and it paid off

She was called for a job that she dreamed of
Close by, great pay-she was in love
They brought her in, told her she's the number one pick
"You got the job, but you gotta lose the outfit"

This is a tough position that you put me in
Cause Ive been struggling with my two children
But I'll continue looking for a job again
My faith in my religion now will never bend

Chorus
I am not afraid to stand alone
I am not afraid to stand alone
If Allah's by my side
I am not afraid to stand alone
Everything will be alright
I am not afraid to stand alone
Gonna keep my head up high
I am not afraid to stand alone
If Allah's by my side
Everything will be alright
Gonna keep my head up high

I am not afraid to stand alone
If Allah's by my side
Everything will be alright
Gonna keep my head up high

Peer pressure, they were insisting
And I was resistin
Some days I felt I would give in
Just wanted to fit in

I know when I’m praying and fasting
They be teasing and laughing
So I called to my Lord for the power
For the strength every day, every hour

One day there’s a new Muslim teacher
Single mom and the people respect her
Just seeing her strength I get stronger
They can break my will no longer

You don’t see me sweating when their jokes're cracking
Never see me cursin’ with my pants saggin’
I aint running yo I’m still standing
I ride with Allah to the very end

Chorus
I am not afraid to stand alone
I am not afraid to stand alone
If Allah's by my side
I am not afraid to stand alone
Everything will be alright
I am not afraid to stand alone
Gonna keep my head up high

I am not afraid to stand alone
If Allah's by my side
Everything will be alright
Gonna keep my head up high

Now, I’m a tough one, who can bear their blows
The rest play dumb, they don’t dare say no
Scared of being shunned, by the peers they know
But I aint gonna run, I aint scared no more

These sisters be resolute
Never stressed when the rest say they wasn’t cute
And they get the respect of the other youth
Come best with the dress yo and that’s the truth

These sisters are strong gonna hand it down
So me I’m a brotha gotta stand my ground
I aint gonna shudder, when the gangs around
Peer pressure whatever, its my planet now

Others may fall, I’mma hold my own
With the help of Allah I’ll be strong as stone
And I’mma be brave and let Islam be shown
Cause you I know I not afraid to stand alone

Chorus
I am not afraid to stand alone
I am not afraid to stand alone
If Allah's by my side
I am not afraid to stand alone
Everything will be alright
I am not afraid to stand alone
Gonna keep my head up high

I am not afraid to stand alone
If Allah's by my side
Everything will be alright
Gonna keep my head up high

I am not afraid to stand alone
If Allah's by my side
I am not afraid to stand alone
I am not afraid to stand alone
Gonna keep my head up high

I am not afraid to stand alone
I am not afraid to stand alone
If Allah's by my side
I am not afraid to stand alone
Everything will be alright
Gonna keep my head up high



Salam Maulidur Rasul





Wednesday, February 24, 2010

::..Hadirnya kita bukan untuk dibenci..::


DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG..

Kisah ini adaptasi dari sedikit sebanyak pengalaman yang ana kutip sepanjang kehidupan dan pemerhatian pincang situasi sekeliling..Semestinya setiap peristiwa yang telah kita lalui ada buruk baiknya, namun galilah hikmah di sebalik semua itu, kerna satu hari nanti kita akan temui lagi situasi yang sama, dan kita tidak ingin lagi menghadapinya seperti mana yang lalu..be better..

------------------------------------------------------------------------------------------------

Di wakaf berhampiran kafe, kelihatan 3 sahabat berbual rancak.

"Ana ada baca artikel semalam yang bertajuk ' Sabarlah Wahai Dai'e'. Isinya macam menceritakan perihal cabaran yang harus dihadapi mereka. Mungkin penulisan itu satu andaian atau berdasarkan pengalaman. Tanya Abang Roslan, sama je jawapan dia, pada pendapat anta berdua?"pemuda berkopiah hitam itu mengajukan persoalan kepada temannya.


"Ntahla..bagi ana, kehidupan sebagai dai'e ni sememangnya banyak dugaan.Bila melangkah je ke alam ni, kita kena persiapkan diri untuk dibenci. Biasalah, orang zaman sekarang bukan sukakan sangat kepada kebaikan. Tapi yang penting kita dah laksanakan tanggungjawab. Fawaz anta citela..anda lagi terror bab-bab ni", Fairuz mengalihkan persoalan kepada sahabat di hadapannya.


"Hish, mana ada..em, bagi ana memang apabila disebut dakwah, sinonim balasannya dengan lemparan kebencian, tapi sebenarnya kita ada pilihan.Semuanya bergantung kepada niat dan cara kita.Buat masa sekarang, kita hanya menyeru sesama muslim supaya bangkit dari kelalaian mereka. Berlainan dengan zaman Rasulullah yang cuba mengeluarkan manusia dari kepekatan jahiliyah.Pada pandangan ana, rata-rata kebencian dari para mad'u berpunca dari hasil didikan kita yang lahir dari emosi bukan dari hati.
Hasil dari manhaj yang tak sesuai menyebabkan mad'u tidak menerima, lalu kita buat kesimpulan ..jadi di'e bermakna akan dibenci.."
Sememangnya tak dinafikan ada mehnah yang perlu dihadapi tapi jangan sampai kenyataan tersebut mempengaruhi tindak-tanduk kita. Pernah dengar ada pepatah mengatakan kita adalah siapa yang kita fikirkan. Jika kita membayangkan insan sekeliling membenci kita, lalu begitulah kita..Itu hanya pendapat ana, antuma rase? Fawaz cuba mengeluarkan hujahnya.


"Mabruk alaik ya akhi. Memang benar kata Fawaz. Kadang-kadang ana pandang sahabat yang tukang create masalah kat kampus ni, seolah-olah mereka tiada peluang untuk berubah. Jadi dalam kebanyakan situasi, ana lebih dahulukan emosi.
Rasa nak amar ma'aruf nahi mungkar tu ada jugak dalam diri, tapi kadang-kadang terfikir yang mereka ni takde kerja lain ke? Tak takut Allah ke? Assingment berlambak-lambak..
Mungkin bertitik tolak dari situ, teguran jadi sindiran. Nasihat jadi tempelak. Di mana letaknya keikhlasan hati ana kalau begini caranya. Apa yang ana dapat jika selama ini ana menzahirkan pada kata-kata yang ana inginkan keredhaan Allah, tapi sampai masanya niat beralih arah. Macam yang anta berdua tahu, dah kecoh satu kampus ni gelaran ana Mat Tabligh..Tapi ana buat pekak telinga je tanpa ambil pengajaran. Kononnya ni salah satu ujian as dai'e." luah Fairuz yang agak kecewa dengan dirinya.


"Anta dah kira mantap iman kalau camtu... Kebanyakan kemungkaran yang berlaku, ana lebih prefer untuk membenci di dalam hati yang mana selemah-lemah iman.
Keinginan untuk 'aslih nafsak wad'u ghairak' tetap ada di hati, tapi sifat terlalu mengambil kira pandangan manusia mengatasi segalanya. Jadi takut bila fikirkan lemparan tomahan yang bakal diterima kalau tegur-menegur dalam bab kebaikan. Kalau berbual dalam hal lain tak takut pulak. Ana dah try untuk ubah, tapi mungkin usaha tak seteguh keinginan dan tak disertai tawakkal ilallah." seketika , Faisal bermuhasabah akan kekurangan diri.

"Alhamdulillah, kita semua mempunyai niat dalam mengimarahkan dunia dengan menyeru kapada kebaikan. Namun sememangnya apa jua yang kita lakukan hendaklah disertai dengan niat yang benar dan juga cara yang betul. Bagi ana dalam umur kita ini, banyak lagi perkara yang ana perlu pelajari. Masa ana sekolah menengah, ada junior bercerita pasal ana kat sahabat..Mula-mula, memang agak susah untuk memasakkan keredhaan di hati. Akhirnya ana beralasan bahawa itu satu cabaran dan kejayaan dalam tugas menyeru. Lama- kelamaan, ana sedar ianya hanyalah satu alasan. Tiada gunanya menyambung tali sesama manusia dalam hati hanya mengharapkan kepentingan diri sendiri. Sebenarnya, pabila hati sentiasa berhusnuzhon dengan insan dan keadaan sekeliling, insyaAllah kitakan bahagia. Sekarang ana dapat rasakan perbezaan dalam diri dan insan sekeliling dari manhaj yang ditekankan Rasulullah iaitu, sentiasa berlemah-lembut dengan mad'u. Bagaimana sifat Rasulullah dalam menghadapi para musyrikin. Ketika dilempari batu di Thaif, tiada kata nista mahupun dendam yang terkesumat di hati baginda. Malahan dibalasi mereka dengan doa agar hadir hidayah buat mereka. Begitu agung peribadi baginda.


Fairuz dan Faisal tunduk sambil menyelami kata-kata sahabat mereka,"Betul kata anta. Sebenarnya kita silap.Rasulullah telah menjadi contoh dalam segalanya. Satu lagi kebiasaan kita adalah merasa megah dalam berhadapan dengan mad'u. Na'udzubillah. Adalah merupakan satu kecatatan di mana seorang yang alim merasa megah dengan ilmunya dan merasa orang lain bodoh."

"Dan adalah penting dalam berhusnuzhon dengan mereka. Jika kita merasakan kebencian, maka itulah yang mencorakkan cara kita dan hasilnya juga adalah adalah lemperan tomahan semata-mata,"Faisal menokok tambah pengakuan Fairuz.

*****************************************************************************

Pencipta keindahan malam Yang Maha Agung menjadi saksi kepada janji keinginan mereka untuk berubah demi kemaslahatan agama yang tercinta.

~Bangkitlah syabab..teruskan perjuangan

---------------------------------------- ..THE END.. -------------------------------------------













Thursday, February 11, 2010

:.. Salamualaiki...:

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG..

Alhamdulillah dgn nikmat pemberian Allah masih lagi berpanjangan walaupun ingatan kepadaNya makin berkurangan..Astaghfirullah..
Selawat dan salam buat nabi junjungan, Rasulullah SAW...dan para sahabat baginda..


Sungguh rasa sepi menggamit hati..terasa sesuatu yg smkn berkurangan,..
Aku ketahui mengapa..ini semua krn terlalu asyik dgn dunia shg lupa pd PenciptaNya..


:: Ku akui, asyik dengan dunia amat memenatkan ::


~ inginku kembali kpd fitrah iaitu sentiasa mengharap pd Pencipta..

~inginku merasakan diri ini terlalu lemah krn aku hanyalah seorang hamba..

~inginku selami jiwa agar sentiasa mekar bahagia krn keyakinan pd janjiNya..

~inginku lalui kehidupan ini dgn syariat agar aku terpelihara...

~inginku sentiasa mengingati bilakh saat kematianku krn datangnya tanpa diduga..

~inginku mencipta sebuah kenyataan perubahan kpd diri...

~ingin sekali jiwa ini dijauhi dari ingatan selain dariNya...
ianya begitu membebankan hatiku dari membuatku merinduiMU..

namun kutahu keinginan tak mencukupi hanya dgn luahan kata2..
tidakkan terbina impian tanpa sebarang usaha...

Kumengharap catatan ini menguatkan keinginanku lalu membuatku kuat untuk bermujahadah
dengan izinNya

Ya Allah..pimpinlah daku melalui liku2 kehidupan yg semakin keliru antara kebenaran bercampur kebatilan..
Janganlah Engkau melepaskanku dari aturan takdirMu dengan membiarkan aku membuat keputusan sendirian..kerana sesungguhnya Engkau lebih Mengetahui dan diri ini hanyalah di bawah PengetahuanMU..

Mungkin ini hanyalah permulaan kehidupan..namun ku akui tiada dayaku membahagiakan jiwa jika hati kurang mengingatiMu,,kurang mengharap kepadaMU..
Jauhilah hati ini..perlakuanku semata kerana dunia..

YaAllah..lindungilah aku dari niat selain keranaMU..kerana hanya Engkau yg Maha Kuasa..hanya Engkau yg Mengetahui...
telah ku lalui bermacam keadaan ini yg akhirnya membuatku ku kecewa..lalu tika itu susah untukku memberi pertimbangan antara iman, akal, dan nafsu..
dan tidak ingin lagi kulalui detik2 yg seakan yg mngurangkan rasa kesyukuranku kpdMu..

Ya Allah letakkanlah hambaMu ini di bawah naungan rahmat dan hidayah Mu...selamanya..kini dan hinggalah saat pertemuan dgnMU yg ku tak pasti adakah Engkau akan memandangku..
YA Allah ampunillah segala kezaliman yg telah ku lakukan..begitu jua ibubapaku..keluagaku..sahabat2..dan saudara2ku yg mengakui HANYA ALLAH TUHAN YANG LAYAK DISEMBAH..Astaghfirullahala'zim..
Subhanallah,,Alhamdulillah..Allahu Akbar..


::Ya Allah,ampunilah hambaMU..::

Saturday, January 23, 2010

TEKA-TEKI...Dari Manakah Syaitan Memasuki Hati Kita??



DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG..



Salah seorang dari para solihin berkata"Ku renung dan ku fikir, dari pintu manakah syaitan itu memasuki hati manusia, tiba2 ku dapati syaitan memasukinya dari sepuluh pintu":

1. Buruk sangka dan tamak, lantas aku menghadapinya dengan sifat menaruh kepercayaan dan berpada dgn yg ada setelah berusaha dan berikhtiar.

2. Cintakan hidup dan panjang angan2, lantas aku menghadapinya dengan rasa takut terhadap kedatangan maut yg tiba2.

3. Cintakan kerehatan dan nikmat, lantas aku menghadapinya dengan meyakini bahawa nikmat itu akan hilang dan meyakini balasan buruk.

4. Kagum pada diri sendiri (ujub), lantas aku menghadapi dengan mensyukuri nikmat2 pemberian Allah dan takutkan balasan siksa.

5. Memandang rendah pada orang lain dan tidak menghormati mereka, lantas aku menghadapinya dengan cara mengetahui hak2 dan kehormatan mereka.

6. Hasad, lantas ku menghadapinya dengan sifat qanaah (berpuas hati dengan apa yg ada setelah berusaha dan berikhtiar) dan redha terhadap pemberian Allah kepada makhlukNYa.

7. Ria' dan sukakan pujian manusia, lantas aku menghadapinya dengan sifat ikhlas.

8. Bakhil, lantas aku menghadapinya dengan meyakini bahawa apa yang ada di tangan makhluk itu akan binasa sedang apa yg ada di sisi Allah itu akan kekal.

9. Takabbur, lantas aku menghadapinya dengan sifat tawadhu'

10. Tamak, lantas aku menghadapinya dengan yakin terhadap balasan Allah dan tidak mengharapkan sesuatu yg ada pada manusia.

~Mungkin kita menyedari atau tidak, hadirnya sifat mazmumah di atas dalam diri yg membuka ruang kpd syaitan utk menguasai diri kita shg kdg2 menjadikan kita tidak berkehendakkan kepada kebaikan sedangkan kita mengetahui hakikat akan kebenaran..Sama2lah kita usaha dan doakan supaya petujuk Allah sentiasa mengiringi dalam setiap langkah kehidupan kita...

~Sumber dari: buku "Apa Ertinya Saya Menganut Islam"..

Apa Sebenarnya Maksud IKHTILAT??

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG,,,

Alhamdulillah bersyukur ilallah di atas kurniaNya walaupun Dia tahu hambaNya ini sering mencari alasan dalam berbuat kebaikan di atas rasa syukur kpd Nya dan atas manfaat diri ini sendiri..nikmat iman dn Islam ini masih kta miliki...jgn lepaskannya, jgn gadaikannya, krn inilah kurnia yg terbesar dlm kehidupan ini...

Tidak ku lupakan kpd pembawa dan penjujung risalah yg agung shg diri kita mampu utk mengenal Pencipta dan dasar undang2 kehidupan ini, selawat dan salam kpd Rasulullah dan para sahabat yg meletakkan dasar cinta mereka terhadap Allah dan Rasul melebihi segala2nya..

Jika dahulu ana mengenal perkataan ikhtilat ini dgn maksud pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan, tapi kini ana sedar rupa2nya ia salah..terima kasih diucpkan kpd ust.AlHafiz krn membentangkn artikel ini..semoga ilmu ini sama2 kita ambil manfaat dan di amalkn dlm kehidupan seharian...Bagi yg menjaga perhubungan antr ajnabi, sila bg ruang kpd diri kite utk menyesuaikan diri dgn pergaulan seharian berlandaskan syariat..dan bg yg terlalu bebas, sama2 kita cuba utk mengawal skop pergaulan kita agar maruah diri lebih terpelihara..InsyaAllah.


Realiti hari ini menyaksikan manusia lelaki dan wanita telah bolos daripada pegangan agamanya sebagaimana bolosnya anak panah dari busarnya. Sifat, sikap, adab dan disiplin pergaulan jauh sekali daripada ajaran Islam. Dalam fenomena seperti ini perkataan ikhtilat “pergaulan antara lelaki dan wanita ajnabi” tentu sekali menjadi persoalan yang mengancam kesejahteraan masyarakat dan keutuhan agama.

Oleh kerana itu ulama-ulama Islam satu masa dahulu secara tegas merrghukumkan masalah ikhtilat di sekolah, di pasar dan di mana-mana tempat adalah haram. Wanita lslam pula dididik agar mengutamakan rumah daripada pekerjaan. Oleh kerana itu isu wanita bekerja dan apatah lagi berpolitik adalah satu isu yang ditegah pada satu masa dahulu. Sejajar dengan Firman Allah yang bermaksud;

“Tetaplah kamu dalam rumahmu dan janganlah kamu berhias-hias seperti berhiasnya perempuan jahiliyah yang dahulu”. [al-Ahzab : 34]

Apakah ikhtilat itu haram?

Fiqh semasa pada kali ini akan menghuraikan hukum pergaulan antara lelaki dan perempuan dalam berbagai sempena dari segi dalil, skop perbincangan dan batas-batas pergaulan. Contohnya wanita di tempat kerja, di pasar, di pentas dan bergelut di bidang politik. Adakah ia harus melakukan kerja-kerja yang seperti itu padahal dia terpaksa bergaul, bercakap dan bersemuka dengan bukan muhram dan bukan kaum sejenis mereka. Fenomena seperti ini diistilahkan oleh ulama kini sebagai: “ikhtilat”. Oleh itu untuk menghurai persoalan ini kita perlu terlebih dahulu menghurai perkataan iktilat dari segi bahasa dan syariat.

Bahasa

Dari segi bahasa, ikhtilat bererti: meramukan, menggaul sesuatu dengan sesuatu yang lain yakni mencarnpurkannya.

Istilah Syariat

Yang dimaksudkan dalam perbahasan ini ialah: Percampuran wanita dengan lelaki iaitu perkumpulan mereka pada satu tempat, sama ada dalam bentuk kumpulan atau bersendirian. Percampuran di satu tempat selalunya menyebabkan mereka bertemu antara satu sama lain, berpandangan dan bertegur sapa. Apa hukum ikhtilat dalam konteks yang seperti?

Ikhtilat seperti yang dijelaskan pada asalnya adakah haram atau halal? Untuk mengetahui jawapan, kita utarakan pertanyaan berikut: Adakah wanita sepenuhnya seperti lelaki dalam bercampur dengan lelaki ajnabi? Yakni adakah percampuran mereka dengan lelaki sama dengan percampuran lelaki dengan lelaki, tanpa ada perbezaan?

Jawapannya ialah; Tidak , secara pastinya tidak. Tidak ada seorang pun yang mengatakan bahawa pergaulan wanita dengan lelaki sama dengan pergaulan lelaki dengan lelaki. Kerana asasnya pergaulan lelaki sesama lelaki adalah harus, tetapi pergaulan lelaki dengan wanita tidak begitu. Maka kalau itu asasnya, pergaulan lelaki dan wanita adalah haram, bukan harus.

Percampuran yang diharamkan

Setelah kita mengetahui asal hukum pergaulan antara leiaki dan perempuan adalah haram , maka la adalah suatu perkara yang wajib dihindarkan kecuali dalam keadaan terpaksa atau keperluan yang mendesak. Syeikh Abd. Karim Zaidan dalam kitabnya `al-mufassat fi al-mar ah’ yang masyhur menyebutkan contoh-contoh keadaan tersebut seperti di bawah:

Pertama: Harus kerana terpaksa (dhorurah) Ikhtilat yang berlaku kerana terpaksa seperti yang disebutkan oleh Imam Nawawi dengan katanya: Berkata ahli mazhab Syafei: Tidak ada perbezaan dalam pengharaman khulwah (berdua-duaan) sama ada dalam solat atau selainnya . Dikecualikan daripada hukum ini kedaaan-keadaan dhorurat, seperti jika seseorang lelaki ajnabi mendapati seorang wanita ajnabi bersendirian di jalan, jauh daripada kumpulan manusia tersebut jika dibimbangi keselamatannya, maka pada ketika itu wajib tanpa khilaf . Antara contoh dhorurah yang lain ialah seperti seorang lelaki ajnabi melarikan wanita dengan tujuan menyelamatkannya daripada diperkosa, jika itu adalah satu-satu jalan untuk menyelamatkan wanita tersebut .

Kedua: Harus kerana keperluan (hajat) Ulama berkata, hajat mengambil peranan dhorurah dalam mengharuskan perkara yang haram. Di sana dicatatkan beberapa keperluan yang dianggap mengharuskan ikhtilat antara lelaki dan perempuan.

1.Ikhtilat kerana urusan jual beli yang dibenarkan oleh syarak. Harus bagi wanita bercampur dengan lelaki semasa berjual-beli, melakukan tawar-menawar, memilih barang dengan syarat tidak berlaku khulwat (berdua-duaan) dan memelihara adab-adab pergaulan.

2.Ikhtilat kerana melakukan kerja kehakiman . Wanita harus menjadi hakim dalam perkara selain hudud di sisi Hanafiah dan dalamsemua perkara di sisi az-Dzohiriah dan Imam at-Tobari . Sudah termaklum kerja sperti ini mengundang percampuran dengan kaum lelaki yang terdiri daripada pendakwa, tertuduh, saksi dan lain-lain.

3.Ikhtilat kerana menjadi saksi . Islam mengharuskan wanita menjadi saksi dalam kes berkaitan dengan harta dan hak-haknya.Seperti dinyatakan dalam ayat akhir surah al-Baqarah. Menjadi saksi akan mendedahkan diri kepada percampuran dengan lelaki ajnabi.

4.Ikhtilat kerana amar ma’ruf nahi munkar . Ibnu Hazmin telah menyebutkan dalam kitabnya ‘al-Muhalla’ bahawa Umar al-Khattab (r.a) telah melantik al-Syifa’ menjadi penguatkuasa perbandaran. Sudah tentu beliau akan bercampur dengan lelaki ketika menjalankan tugasnya.

5.Ikhtilat kerana melayan tetamu. Harus bagi wanita melayan tetamu bersama suaminya dan jika ada alas an yang syarei seperti tujuan memuliakan tetamu dan sebagainya walaupun terpaksa bercampur dengan tetamu. Dalam hadis Bukhari, ada diriwayatkan bahawa Ummu Usaid melayani Rasulullah (SAW) dengan menghidangkan makanan dan menuangkan minuman untuk baginda (SAW).

6.Ikhtilat kerana memuliakan tetamu dan jika perlu makan bersamanya . Harus bagi wanita makan bersama tetamu kerana tujuan memuliakan tetamu atau tujuan lain yang syarei. Muslim meriwayatkan kisah satu keluarga yang ingin memuliakan Rasulullah SAW dan bertamukan baginda. Oleh kerana makanan yang sedikit, mereka memadamkan api dan memperlihatkan bahawa mereka makan bersama-sama banginda. Ini bererti bahawa orang Ansar dan isterinya itu duduk bersama tetamu untuk makan bersama, walaupun mereka tidak makan, kerana mengutamakan tetamu.

7.Ikhtilat dalam kenderaan awam . Harus bagi wanita keluar rumah kerana menunaikan kerja-kerjanya yang diharuskan, walaupun terpaksa bercampur dengan lelaki ajnabi, seperti keluar untuk menziarahi dua ibu-bapanya, membeli-belah dan ke hospital, meski pun ia terpaksa menaiki kenderaan awam yang menyebabkan berlaku percampuran dengan penumpang lain dari kalangan lelaki ajnabi, dia mungkin duduk atau berdiri ditepinya. Percampuran ini diharuskan oleh keperluan yang syarie.

8.Ikhtilat kerana kerja-kerja jihad . Antara contoh pergaulan sewaktu jihad ialah seperti membawa air, merawat pesakit dan seumpamanya. Semua perkara tersebut adalah harus dilakukan oleh wanita kerana maslahah syariah . Bukhari menyebut dalam sahihnya daripada Ar Rabei binti Muawwiz katanya: Kami bersama Nabi SAW merawat pesakit, memberi minum dan menghantar jenazah yang terbunuh ke Madinah.

9.Ikhtilat untuk tujuan belajar atau mendengar nasihat . Antara suasana yang diharuskan , ikhtilat dengan tujuan mengajar agamakerana Bukhari meriwayat kan bahawa Rasulullah (s.a.w.) keluar pada satu hari raya dan sembahyang dua rakaat. Setelah selesai solat baginda berpusing mengarah wanita. Baginda menasihati mereka dan menyuruh mereka bersedekah, bersama baginda ialah Bilal.

10.Ikhtilat dalam suasana yang teiah menjadi adat kebiasaan . Tersebut dalam kitab Muwatta persoalan: Adakah harus bagi wanita makan bersama hamba atau lelaki bukan muhramnya? Berkata Malik: Tidak ada halangan pada perbuatan tersebut, jika dalam ruang uruf bahawa wanita makan bersama lelaki tersebut. Kadang-kadang wanita makan bersama suami dan mereka yang sering makan bersama suaminya. Antara contoh yang berlaku pada zaman ini ialah percampuran sewaktu menziarahi sanak saudara atau rakan taulan.Dalam suasana yang seperti ini akan berlaku percampuran antara lelaki dan perempuan dalam satu bilik, makan pada satu meja dan sebaginya. Ini semua diharuskan selama terpelihara adab-adab Islamiah.

Pengecualian Bagi Hukum Asal

Unsur Darurat

Pergaulan perempuan dan lelaki ajnabi yang dikategorikan sebagai darurat atas tujuan memberikan perlindungan ataumenyelamatkan perempuan itu daripada bahaya adalah diharuskan dengan syarat tidak ada tujuan-tujuan lain . Hukum ini adalah satu pengecualian dari hukumnya yang asal iaitu haram.

Apabila Wujud Keperluan atau Hajat

· Muamalat Maliyyah (urusan harta)

Perempuan dibenarkan bergaul dengan lelaki dalam urusan yang melibatkan harta seperti jual beli atau lain-lain transaksi. Ini adalah kerana urusan sebegini memerlukan interaksi antara dua pihak sebelum berlaku aqad.

· Penyaksian (urusan mahkamah)

Penyaksian wanita diterima syara. Di dalam kes-kes tertentu seperti dalam kes harta dan berkaitan.

· Urusan kerja

Wanita diharuskan keluar rumah untuk bekerja dengan izin suami atau penjaganya . Urusan kerja kebiasaannya melibatkan pergaulan wanita dengan lelaki. Tambahan pula bilangan tempat kerja yang mengasingkan antara lelaki dan perempuan secara total amat terhad.

· Melayani tetamu

Harus bagi seorang wanita melayani tetamunya dengan syarat ia mestilah ditemani oleh suami atau mahramnya . Ini kerana, kewujudan suami atau mahramnya untuk mengelakkan berlakunya ‘khalwah’ (bersunyi-sunyian) antara seseorang wanita dan tetamunya. Begitu juga, harus bagi seseorang wanita untuk makan bersama tetamunya dengan kehadiran suami atau mahramnya bagi menjaga hak-hak tetamu.

· Keperluan lain yang tidak bertentangan dengan syariat

Oleh itu pergaulan yang berlaku contohnya dalam kenderaan awam dibolehkan atas alasan ianya adalah keperluan yang mendesak . Namun demikian, keharusan ini tertakluk kepada syarat perempuan itu keluar rumah bukan untuk tujuan yang tidak syarie seperti untuk berfoya-foya . Ia mestilah bertujuan syarie seperti bekerja untuk menyara diri atau keluarga , menziarahi keluarga , pesakit dan sebagainya. Begitu juga keadaannya jika seseorang wanita perlu ke tempat-tempat awam seperti stesen bas, keretapi, pasaraya dan sebagainya.

· Pergaulan menurut kebiasaan adat dalam majlis-majlis

Pergaulan antara lelaki dan perempuan di dalam majlis-majlis keramaian yang tidak bertentangan dengan syarak seperti kenduri kendara atau majlis-majlis keraian, ziarah keluarga atau jiran serta sahabat, melayan tetamu dan sebagainya dibolehkan.

· Pergaulan semasa belajar

Umum mengetahui bahawa situasi keadaan di Malaysia [dalam situasi kita, di Russia] di mana semua rakyatnya berhak untuk mendapatkan pendidikan. Walau bagaimanapun, mungkin timbul dalam usaha menuntut ilmu ini, persoalan tentang pergaulan yang mungkin wujud semasa proses pembelajaran tersebut. Sebagai pelajar sudah tentu akan wujud bentuk komunikasi antara rakan sekelas seperti bertanya soalan, study group dan tugasan secara berkumpulan dan sebagainya. Semua ini jelas menunjukkan betapa pergaulan tidak dapat dielakkan semasa proses pembelajaran .

Adab-Adab Ikhtilat dalam Islam

Tidak bersentuhan antara perempuan dan lelaki ajnabi.

> Tidak melihat perempuan atau lelaki secara mengamati dan menaikkan syahwat.

> Memelihara aurat dan kehormatan. Aurat lelaki adalah antara lutut dan pusat manakala aurat perempuan adalah seluruh tubuh badan kecuali muka dan tangan.

> Tidak mengeluarkan kata-kata keji, lucah atau menunjukkan tingkahlaku yang mendorong kepada melakukan maksiat.

> Tidak berdua-duaan terutama di tempat sunyi dan gelap.

Ikhtilat

Semua sedia maklum, Allah berfirman di dalam al Quran sekira-kira maksudnya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Israaa : 32)

Kawan-kawan, salah satu agenda kuffar untuk merosakkan Islam itu, ialah memusnahkan pemuda-pemudi Islam. Bila rosakknya pemuda-pemudi Islam, dalam tempoh masa mendatang akan memincangkan masyarakat Islam. Salah satunya ialah menyuntik virus pergaulan bebas lelaki dan perempuan tanpa sepadan Iman dan Taqwa. Bila dah bebas, yang selalu meransangkan dan menghangatkan lagi kegersangan jiwa pemuda-pemudi ialah syaitan. Maka, berlakulah apa yang tak sepatutnya berlaku.

Islam menutup apa jua jalan untuk menuju kepada perzinaan. Ayat ini, hendaklah selalu kita dengarkan kepada pemuda-pemudi sekarang, agar selalu memperingati akan peringatan Allah SWT.

Hamba Allah yang baik, antaranya adalah selalu menginsafi diri. Silap langkah dalam kehidupan, kembali kepada jalan hidayah. Istigfar selalu. Manusia yang jauh dari hidayah Allah, bila melakukan dosa tak merasai titik hitam di hati. Hamba Allah yang disukaiNya, bila lakukan dosa kembali bertaubat.

Sumber: http://www.halaqah-online.com/v3/index.php?option=com_content&view=article&id=810&joscclean=1&comment_id=809&Itemid=123

Adab Pergaulan antara Lelaki dan Perempuan, Pn Hamidah Mat [Sarjana Fiqh & Usul, UM]

http://btk.nizhny.imamrsc.com/?p=615

Thursday, January 14, 2010

Sebelum mata terlena....

ASSALAMUALAIKUM..

Alhamdulillah..bersyukur ke hadrat Ilahi dgn seluruh nikmat kehidupan ini..dan juga selawat dan salam ke ats Rasulullah..dn sahabat...

Di sini ana ingin kongsikan bersama satu lirik nasyid yang pd mulanya terngiang selalu di telinga ana mase dlm tempoh peperiksaan spm..oleh sahabt2..walau diulang bbrp kali, tidak kami merasa jemu..mungkin krn liriknya yg menusuk kalbu...

Lirik Lagu "Sebelum Terlena"
Artis : Hijjaz

Sebelum Mata Terlena
Di Buaian Malam Gelita
Tafakurku Di Pembaringan
Mengenangkan Nasib Diri

Yang Kerdil Lemah dan Bersalut Dosa
Mampukah ku Mengharungi Titian Sirat Nanti
Membawa Dosa Yang Menggunung Tinggi
Terkapai ku Mencari Limpahan Hidayahmu

Agar Terlerai Kesangsian Hati Ini
Sekadar Air Mata Tak Mampu
Membasuhi Dosa Ini

Sebelum Mata Terlena
Dengarlah Rintihan Hati Ini
Tuhan Beratnya Dosaku
Tak Daya Kupikul Sendiri

Hanyalah Rahmat dan Kasih Sayangmu
Yang Dapat Meringankan Hulurkan Maghfirahmu
Andainya Esok Bukan Milikku Lagi
dan Mata Pun ku Tak Pasti Akan Terbuka Lagi

Sebelum Berangkat Pergi Ke Daerah Sana
Lepaskan Beban Ini
Yang Mencengkam Jiwa dan Ragaku

Selimuti Diriku
Dengan Sutra Kasih Sayangmu
Agar Lena Nanti Kumimpikan
Syurga Yang Indah Abadi

Pabila ku Terjaga
Dapat Lagi Kurasai
Betapa Harumnya
Wangian Syurga firdausi

Oh Ilahi

Di Sepertiga Malam
Sujudku Menghambakan Diri
Akan Kuteruskan Pengabdianku Padamu