Sunday, April 4, 2010

:..Nukilan Buat Teman..:

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG..
SELAWAT DAN SALAM KE ATAS RASULULLAH SAW,SAHABAT DAN KELUARGA BAGINDA..

Betul kata orang, kenangan masa sekolah menengah memang sukar dilupakan..Hadirnya blog ini juga salah satunya ingin berkongsi segala pengajaran yang telah saya perolehi dalam mengharungi liku2 kehidupan sebagai seorang hamba..pelbagai keadaan yang dilalui membuatku lebih mengerti kembara ini akan berterusan sehinggalah akan kutemui pengakhiran yang tak pasti bilakah masanya. Kuharap pergantunganku sentiasa hanya pada Khaliq..agar mujahadah ini tidak berhenti di pertengahan..insyaAllah..

Sebelum meninggalkan medan perjuangan,madrasati. Kucoretkan sedikit kata buat sahabat2ku..

**************************************




~Setiap permulaan pasti ada pengakhirannya, begitu juga pertemuan pasti ada perpisahan. Terasa pantas masa berlalu dan sekarang ia menuntut sebuah pengorbanan. Engganku lepaskan kasih yang telah terbina. Namun kusedar, yang semaian ini akan terus mekar walau jauh di mata tapi dekat di hati.
Duhai sahabat,
andai perpisahan ini menjadi titik noktah pada pertemuan kita, maafkanlah segala salah lakuku, silap tutur bicaraku.
Andai ada yang memendam rasa, bukalah pekung di dadamu, agar ia tidak kau bawa bersama sebagai memori terakhir kita..

Sahabat,
jadikanlah segala susah payah kita selama ini sebagai kemudi untuk kita harungi gelora kehidupan yang tidak bernama. Tika itu, maafkan daku kerna tak bisa mengemudi bersamamu..namun titipan doa akan kuutuskan agar ketenangan menjadi milikmu.

Sahabat,
andai selepas ini ada badai melanda, andai hatimu merana..teruskanlah perjuanganmu jika keredhaan Ilahi yang menjadi matlamatmu..kerna kuyakin akan ada bahagia yang sedang menanti..jika tidak di dunia ini, pastinya di akhirat nanti.

Sahabat,
Dikaulah pencorak kehidupanku. Suka dan duka yang kita lalui membuatku mengerti dan menghargai erti sebuah kehidupan. Tiada kata yang bisa kuungkapkan bagi menyatakan bahawa dirimu begitu bermakna buat diriku. Terima kasih kerana berada di sampingku selama mana masa yang telah berlalu di sini...

Sahabat,
Waktu yang berlalu tidak bisa kuhalang, hujan yang turun juga tak bisa kubendung, begitu juga ingatanmu buatku..tidak kupinta dan kuharap. Cukuplah jika kau mengerti bahawa dirimu sentiasa dalam ingatanku..

Salam kasih dariku..untukmu, sahabat.

*************************************

~Mungkin masa ku mula melakar coretan ini telah berlalu, namun ianya sehingga kini sentiasa di hatiku...


Friday, April 2, 2010

:..MEOW..:


wwDENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYNG..
SELAWAT DAN SALAM BUAT RASUL JUNJUNGAN SAW..

Di kesempatan ini, saja nak promosikan ilham terbaru krew iluvislam..MEOW: Message Of The Week..
Satu cetusan yang kreatif..Semoga mereka sentiasa dinaungi pengharapan hidayah Ilahi..Mereka telah berusaha, kita? mungkin peringkat permulaan ini, dengan tinta yang masih pudar, saya menukilkan sesuatu untuk diri sendiri dan sahabat..InsyaAllah usaha di masa hadapan lebih tepat,bermatlamat dan dlm jemaah..


:..Lima Perkara Perosak Hati..:

..SAYA MULAKAN TULISAN DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG..
..SELAWAT DAN SALAM KPD RASULULLAH SAW,SHBT DAN KELUARGA BAGINDA..


Di sini saya ingin berkongsi artikel yang diperolehi dari iluvislam bertajuk 5 perkara perosak hati. Sama-sama kita ambil manfaat..

==========================================

Hati adalah pengendali. Jika ia baik, baik pula perbuatannya. Jika ia rosak, rosak pula perbuatannya. Maka menjaga hati dari kerosakan adalah perlu dan wajib.
Tentang perosak hati, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan ada lima perkara, 'bergaul dengan banyak kalangan teman (baik dan buruk), angan-angan kosong, bergantung kepada selain Allah, kekenyangan dan banyak tidur.'


1. Bergaul dengan banyak kalangan

Pergaulan adalah perlu, tapi tidak asal bergaul dan banyak teman. Pergaulan yang salah akan menimbulkan masalah. Teman-teman yang buruk lambat laun akan menghitamkan hati, melemahkan dan menghilangkan rasa nurani, akan membuat yang bersangkutan larut dalam memenuhi berbagai keinginan mereka yang negatif. Dalam paparan kehidupan, kita sering menyaksikan orang yang hancur hidup dan kehidupannya gara-gara pergaulan. Biasanya output semacam ini, kerana motivasi bergaulnya untuk dunia. Dan memang, kehancuran manusia lebih banyak disebabkan oleh sesama manusia. Oleh sebab itu, kelak di akhirat, banyak yang menyesal berat kerana salah pergaulan. Allah berfirman:

"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata, 'Aduhai (dulu) kiranya aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu telah datang kepadaku." (Al-Furqan: 27-29).


"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf: 67).

"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari Kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain), dan tempat kembalimu adalah Neraka, dan sekali-kali tidak ada bagimu para penolong." (Al-Ankabut: 25).

Inilah pergaulan yang didasari oleh kesamaan tujuan duniawi. Mereka saling mencintai dan saling membantu jika ada hasil duniawi yang diingini. Jika telah lenyap kepentingan tersebut, maka pertemanan itu akan melahirkan duka dan penyesalan, cinta berubah menjadi saling membenci dan melaknat. Kerana itu, dalam bergaul, berteman dan berkumpul hendaknya ukuran yang dipakai adalah kebaikan. Lebih tinggi lagi tingkatannya jika motivasi pertemanan itu untuk mendapatkan kecintaan dan redha Allah.

2. Larut dalam angan-angan kosong
Angan-angan kosong adalah lautan tak bertepi. Ia adalah lautan tempat berlayarnya orang-orang tiada tujuan hidup. Bahkan dikatakan, angan-angan adalah modal orang-orang tak bertujuan. Ombak angan-angan terus mengombang-ambingkannya, khayalan-khayalan dusta senantiasa mempermainkannya. Laksana anjing yang sedang mempermainkan bangkai. Angan-angan kosong adalah kebiasaan orang yang berjiwa kerdil dan rendah. Masing-masing sesuai dengan yang diangankannya. Ada yang mengangankan menjadi raja atau ratu, ada yang ingin keliling dunia, ada yang ingin mendapatkan harta kekayaan melimpah, atau isteri yang cantik jelita. Tapi itu hanya angan-angan belaka. Adapun orang yang memiliki cita-cita tinggi dan mulia, maka cita-citanya adalah seputar ilmu, iman dan amal shalih yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan ini adalah cita-cita terpuji. Adapun angan-angan kosong ia adalah tipu daya belaka. Nabi Sallallahu alaihi wasallam memuji orang yang bercita-cita terhadap kebaikan.

3. Bergantung kepada selain Allah
Ini adalah faktor terbesar perosak hati. Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya dari bertawakkal dan bergantung kepada selain Allah. Jika seseorang bertawakkal kepada selain Allah maka Allah akan menyerahkan urusan orang tersebut kepada sesuatu yang ia bergantung kepadanya. Allah akan menghinakannya dan menjadikan perbuatannya sia-sia. Ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun dari Allah, juga tidak dari makhluk yang ia bergantung kepadanya. Allah berfirman, ertinya:

"Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak, kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka." (Maryam: 81-82)


"Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka." (Yasin: 74-75)

Maka orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain Allah. Ia seperti orang yang berteduh dari panas dan hujan di bawah rumah laba-laba. Dan rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah dan rapuh. Lebih dari itu, secara umum, asal dan pangkal syirik adalah dibangun di atas ketergantungan kepada selain Allah. Orang yang melakukannya adalah orang hina dan nista. Allah berfirman, ertinya:

"Janganlah kamu adakan tuhan lain selain Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah)." (Al-Isra': 22)

Terkadang keadaan sebahagian manusia tertindas tapi terpuji, seperti mereka yang dipaksa dengan kebatilan. Sebahagian lagi terkadang tercela tapi menang, seperti mereka yang berkuasa secara batil. Sebahagian lagi terpuji dan menang, seperti mereka yang berkuasa dan berada dalam kebenaran. Adapun orang yang bergantung kepada selain Allah (musyrik) maka dia mendapatkan keadaan yang paling buruk dari empat keadaan manusia, yakni tidak terpuji dan tidak ada yang menolong.


4. Makanan
Makanan perosak ada dua macam. Pertama , merosak kerana zat/materinya, dan ia terbahagi menjadi dua macam. Yang diharamkan kerana hak Allah, seperti bangkai, darah, anjing, binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam. Kedua, yang diharamkan kerana hak hamba, seperti barang curian, rampasan dan sesuatu yang diambil tanpa kerelaan pemiliknya, sama ada kerana paksaan, malu atau takut terhina.
Kedua , merosak kerana melampaui ukuran dan takarannya. Seperti berlebihan dalam hal yang halal, kekenyangan melampaui batas. Sebab yang demikian itu membuatnya malas mengerjakan ketaatan, sibuk terus-menerus dengan urusan perut untuk memenuhi hawa nafsunya. Jika telah kekenyangan, maka ia merasa berat dan kerananya ia mudah mengikuti komando syaitan. Syaitan masuk ke dalam diri manusia melalui aliran darah. Puasa mempersempit aliran darah dan menyumbat jalannya syaitan. Sedangkan kekenyangan memperluas aliran darah dan membuat syaitan betah tinggal berlama-lama. Barangsiapa banyak makan dan minum, niscaya akan banyak tidur dan banyak merugi. Dalam sebuah hadits masyhur disebutkan:

"Tidaklah seorang anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk dari memenuhi perutnya (dengan makanan dan minuman). Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap (makanan) yang bisa menegakkan tulang rusuknya. Jika harus dilakukan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya." (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).


5. Banyak tidur
Banyak tidur mematikan hati, memenatkan badan, menghabiskan waktu dan membuat lupa serta malas. Di antara tidur itu ada yang sangat dibenci, ada yang berbahaya dan sama sekali tidak bermanfaat. Sedangkan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur saat sangat dibutuhkan. Segera tidur pada malam hari lebih baik dari tidur ketika sudah larut malam. Tidur pada tengah hari (tidur siang) lebih baik daripada tidur di pagi atau petang hari. Bahkan tidur pada petang dan pagi hari lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Di antara tidur yang dibenci adalah tidur antara solat Subuh dengan terbitnya matahari. Sebab ia adalah waktu yang sangat strategik. Kerana itu, meskipun para ahli ibadah telah melewatkan sepanjang malamnya untuk ibadah, mereka tidak mahu tidur pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Sebab waktu itu adalah awal dan pintu siang, saat diturunkan dan dibagi-bagikannya rezeki, saat diberikannya barakah. Maka masa itu adalah masa yang strategik dan sangat menentukan masa-masa setelahnya. Oleh itu, tidur pada waktu itu hendaknya kerana benar-benar sangat terpaksa. Secara umum, saat tidur yang paling tepat dan bermanfaat adalah pada pertengahan pertama dari malam, serta pada seperenam bagian akhir malam, atau sekitar lapan jam. Dan itulah tidur yang baik menurut pada doktor. Jika lebih atau kurang daripadanya maka akan berpengaruh pada kebiasaan baiknya. Termasuk tidur yang tidak bermanfaat adalah tidur pada awal malam hari, setelah tenggelamnya matahari. Dan ia termasuk tidur yang dibenci Rasul Sallallahu 'alaihi wa sallam .




Wednesday, March 31, 2010

Hadith: Meminta Fatwa Dari Hati..

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG..
SELAWAT DAN SALAM BUAT RASULULLAH SAW, SAHABAT, DAN KELUARGA BAGINDA..

Sudah lama rasanya tak mengupdatekan blog ni..bukan masa yg dikejar tapi mungkin kerana matlamat yang tak berapa jelas..
Kena lebih muhasabah niat di hati..harap sahabat2 tolong doakan agar mujahadah ini tak tersungkur di pertengahan jalan..InsyaAllah..

Dalam mencari keyakinan semestinya ada dlm panduan yg telah digariskan..Quran dan Sunnah.
Saya ingin berkongsi satu hadith yang agak penting utk melihat sejauh mana tahap iman dan akhlak kita dalam menetukan halatuju setiap langkah kita dalam kehidupan..Hadith Meminta Fatwa dari Hati..
Tapi bagaimana?

Hadith ini diletakkan di bawah tajuk: Kewara'a dan Meninggalkan Perkara Syubhat ; oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Riyadhus Shalihin Jilid 1.


:: Tanyalah hatimu.. ::

Kebaikan dan Dosa

Rikza Maulan, M.Ag

Dari Nawas bin Sam’an r.a. dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda, “Kebaikan adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah segala hal yang mengusik jiwamu dan engkau tidak suka jika orang lain melihatnya.” (Muslim)


Dan dari Wabishah bin Ma’bad ra berkata, ‘Aku datang kepada Rasulullah saw., maka beliau bersabda, “Apakah engkau datang untuk ertanya tentang kebaikan?” Aku menjawab, “Benar, wahai Rasulullah.” Lalu beliau bersabda, “
Mintalah fatwa kepada hatimu sendiri. Kebaikan adalah apa yang karenanya jiwa dan hati menjadi tentram. Dan dosa adalah apa yang mengusik jiwa dan meragukan hati, meskipun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.” (Ahmad dan Darimi)

Sanad Hadits:

Hadits di atas memiliki sanad yang lengkap (sebagaimana yang terdapat dalam Shahih Muslim, Kitab Al-Bir Wa Al-Sillah Wa Al-Adab, Bab Tafsir Al-Bir Wa Al-Itsm, hadits no 2553).

Takhrij Hadits :

Hadits ini (sebagaimana teks hadits di atas, riwayat Imam Muslim) melalui jalur sahabat An-Nawas bin Sam’an, diriwayatkan oleh:

• Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Bir Wa Al-Sillah Wa Al-Adab, Bab Tafsir Al-Bir Wa Al-Itsm, hadits no 2553.
• Imam Turmudzi dalam Jami’nya, Kitab Al-Zuhud ‘An Rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam, Bab Ma Ja’a Fi Al-Bir Wa Al-Itsm, Hadits no 2389.
• Imam Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, Musnad Al-Syamiyin, Hadits Annawas bin Sam’an Al-Kilabi Al-Anshari, hadits no 17179, 17180 & 17181.
• Imam Al-Darimi dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Fi Al-Bir Wa Al-Itsm, hadits no. 2789.

Sedangkan hadits yang kedua, diriwayatkan oleh:

• Imam Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, Musnad Al-Syamiyin, Hadits Wabishah bin Ma’bad Al-Asady, hadits no. 17545.
• Imam Ad-Darimi dalam Sunannya, Kitab Buyu’, Bab Da’ Ma Yuribuka Ila Mala Yuribuka, Hadits no. 2533.

Tarjamatur Rawi

• An-Nawas bin Sam’an Al-Kilabi

Beliau merupakan salah seorang sahabat Rasulullah saw. yang dikenal sebagai Ahlus Suffah, yaitu sahabat yang tinggal di tepian masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah saw. Beliau tinggal di luar kota Madinah dan memilih untuk tidak berhijrah ke Madinah. Beliau lebih suka pulang pergi ke Madinah dalam rangka bertanya permasalahan agama kepada Rasulullah saw. Mengenai ketidakhijrahannya ini beliau mengemukakan, ‘Bahwa di antara kami jika telah berhijrah, maka ia tidak lagi bertanya kepada Rasulullah saw. tentang sesuatu pun. Maka aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang al-birr (kebaikan) dan al-itsm (dosa).

• Jubair bin Nufair

Beliau adalah Jubari bin Nufair bin Malik, Abu Abdurrahman Al-Hadhrami Al-Hamshi. Merupakan salah seorang Kibar Al-Tabiin. Tinggal di Syam dan wafat pula di Syam pada tahun 80 H. Mengambil hadits diantaranya dari Busr bin Jahasy, Tsauban dan Jurtsum. Sedangkan yang mengambil hadits dari beliau diantaranya adalah, Al-Harits bin Yazid, Khalid bin Ma’dan bin Abikarib, ‘Aidzullah bin Abdillah, Abdurrahman bin Jubair bin Nufair, Makhul, Yahya bin Jabir bin Hasan dsb. Adapun derajatnya dalam Jarh Wa Ta’dil adalah Tsiqah.

• Abdurrahman bin Jubair bin Nufair

Beliau adalah Abdurrahman bin Jubair bin Nufair Abu Humaid Al-Hadhrami Al-Hamshi. Merupakan salah seorang Wustha Minat Tabiin. Tinggal di Syam dan wafat pada tahun 118 H. Mengambil hadits diantaranya dari Anas bin Malik, Jubair bin Nufair bin Malik, Jundub bin Junadah, Mu’adz bin Jabal, Al-Harist bin Muawiyah dsb. Sedangkan yang mengambil hadits dari beliau diantaranya adalah Zuhair bin Salim, Syuraih, Atha’ bin Sa’ib bin Malik, Shafwan bin Amru bin Haram, Muhammad bin Al-Walid bin Amir, Isa bin Salim dsb. Sedangkan derajatnya dalam Jarah Wa Ta’dil, para ulama mengatakannya sebagai Tsiqah.

Gambaran Umum Tentang Hadits

Secara umum hadits menggambarkan mengenai kebaikan dan dosa. Yaitu bahwa yang dimaksud dengan ‘kebaikan’ adalah akhlak yang baik sedangkan yang dimaksud dengan dosa adalah sesuatu yang ‘diragukan’ oleh diri kita sendiri, serta kita tidak menginginkan jika orang lain melihat kita melakukan hal tersebut. Hadits ini sekaligus menghilangkan ‘kebingungan atau kesamaran’ antara ‘sesuatu’ yang baik dan sesuatu yang buruk, terutama jika kesamaran tersebut terdapat dalam diri pelaku sendiri.

Mengomentari hadits ini, Ibnu Hajar Al-Atsqalani mengemukakan bahwa hadits ini termasuk hadits yang singkat dan padat, bahkan merupakan hadits yang paling padat, karena kebaikan itu mencakup semua perbuatan yang baik dan sifat yang ma’ruf. Sedangkan dosa mencakup semua perbuatan yang buruk dan jelek; baik kecil maupun besar. Oleh sebab itu Rasulullah saw. memasangkan di antara keduanya sebagai dua hal yang berlawanan.

Makna Al-Birr

Secara bahasa, al-birr berarti kebaikan. Bahkan sebagian ulama mendefinisikan “al-birr” ini dengan sebuah nama/istilah yang mencakup segala macam bentuk kebaikan. Sehingga tidaklah ada satu bentuk kebaikan pun, melainkan dicakup oleh kata al-birr ini. Meskipun demikian, terdapat juga ulama yang secara khusus memberikan makna yang dimaksud dari kata al-birr ini, diantara maknanya adalah hubungan baik, ketaatan, dan kelembutan.

Dalam Al-Qur’an, banyak sekali ayat-ayat yang menggunakan kata atau akar kata al-birr ini. Sejauh pengamatan penulis, setidaknya terdapat delapan kata al-birr yang disebutkan dalam al-Qur’an, yang berbentuk mashdar. Sedangkan jika ditelusuri dari akar katanya, setidaknya akan kita temukan delapan belas kali kata ini disebutkan dalam Al-Qur’an. Dan dari delapan belas kata al-birr dalam Al-Qur’an ini, dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Kebaikan dalam arti umum

Seperti firman Allah swt. (Al-Maidah: 2), “… Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah kalian bertolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan …”

Oleh karenanya, Allah swt. melarang kita untuk memerintahkan orang lain mengerjakan kebaikan, sementara kita sendiri tidak melaksanakannya: “Mengapa kalian memerintahkan orang lain untuk mengerjakan kebaikan, sedangkan kamu melupkan dirimu sendiri, padahal kalian membaca al-kitab (Taurat), maka tidakkah kamu berfikir?” (Al-Baqarah: 44)

2. Kebaikan dalam arti birrul walidain


Kebaikan seperti ini adalah sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam QS. Maryam: 14, “Dan berbakti kepada kedua orangtuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.”

3. Kebaikan dalam berinfak.

Sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an (Ali Imran: 92), “Kamu sekali-kali tidak akan sampai pada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

4. Kebaikan dalam bentuk sifat manusia yang baik.

Seperti yang Allah swt. firmankan (Ali Imran: 193), “Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang berbakti.”

5. Keluasan cakupan bentuk kebaikan

Yaitu sebagaimana yang Allah swt. jelaskan dalam Al-Qur’an (Al-Baqarah: 177)

Akhlak Yang Baik

Al-birr yang mengandung makna begitu luas sebagaimana dijelaskan di atas, diberi penekanan oleh Rasulullah saw., bahwa yang dimaksud dengan al-birr adalah husnul khuluq atau akhlak yang baik. Akhlak yang baik memiliki urgensitas yang sangat penting dalam pribadi seorang mu’min, diantaranya adalah :

• Akhlak yang baik merupakan refleksi dari keimanan seseorang kepada Allah swt. Oleh karenanya Rasulullah saw. mengatakan dalam salah satu haditsnya: Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada dua hal yang keduanya tidak mungkin terkumpul dalam diri seorang mu’min, yaitu bakhil dan akhlak yang buruk.’ (Turmudzi)

• Akhlak yang baik merupakan bukti ketinggian keimanan seseorang. Semakin tinggi imannya maka akan semakin sempurna akhlaknya. Dalam hal ini, Rasulullah saw. mengemukakan: Dari Abu Hurairah ra berkata bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesempurna-sempurnanya keimanan seorang mu’min adalah yang terbaik akhlaknya.’ (Abu Daud)

• Akhlak yang baik memiliki timbangan yang begitu besar di akhirat kelak, serta dapat menjadikan pelakunya menjadi ahlul jannah. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda: Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwasannya Rasulullah saw. ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam surga. Rasulullah saw. menjawab, ‘Ketakwaan kepada Allah SWT dan akhlak yang baik.’ Dan beliau ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka, beliau menjawab, ‘Lisan dan kemaluan.’ (Turmudzi)

Seorang mu’min diminta untuk senantiasa berakhlak yang baik dalam bermuamalah terhadap siapapun dan di manapun, walaupun akhlak terhadap sesama manusia lebih ditekankan. Akhlak yang baik adalah mencakup segala macam bentuk kebaikan dalam bermuaamalah diantaranya adalah, jujur, amanah, menyambung persaudaraan, kasih sayang, lembut, tidak mudah marah, pemaaf, menjaga lisan, qanaah, tawadhu’, itsar, istiqomah, murah senyum, penolong, menepati janji, ridha, sabar, syukur, ‘iffah, adil, menyukai kebersihan dsb. Atau dengan kata lain, akhlak yang baik adalah segala perbuatan dan sifat yang positif, tidak mengandung unsur negatif serta tidak melanggar larangan-larangan Allah swt.

Istafti Qalbak (Mintalah Fatwa Pada Hatimu)

Ketika manusia sulit untuk membedakan antara kebaikan dengan keburukan, maka sesungguhnya ia dapat meminta pendapat dari hatinya sendiri mengenai hal tersebut; apakah perbuatan yang dilakukannya itu termasuk kebaikan (al-birr) ataukah bukan? Hadits di atas menggambarkan bahwa sesuatu yang ‘meragukan’ saja sudah masuk dalam kategori dosa (baca ; al-itsm), apalagi jika kita merasa tidak suka perbuatan tersebut diketahui orang lain, maka akan menjadi semakin jelas perbedaan antara kebaikan dan keburukan tersebut. Dan membedakan hal seperti ini, sesungguhnya merupakan fitrah manusia. Dan manusia diminta untuk meminta pendapat dari fitrahnya.

Secara fitrah, manusia akan merasa terusik jiwanya, kehilangan ketentramannya, tertekan, dan gelisah manakala melakukan perbuatan dosa, kendatipun manusia membenarkan perbuatannya tersebut. Karena perbuatan tersebut akan berlabuh di hatinya. Sedangkan hati merupakan sentral dari baik buruknya seorang manusia. Dalam sebuah hadtis, Rasulullah saw. bersabda :

Dari Khudzaifah ra berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Hati itu terpaparkan dengan fitnah-fitnah seperti tikar yang terurai sehalai demi sehelai. Hati manasaja yang termakan dengan fitnah-fitnah tersebut (melakukan kemaksiatan), maka akan ternoda hatinya dengan noda-noda hitam. Dan hati mana saja yang menolak fitnah-fitnah tersebut, maka akan terwarna dengan warna putih, hingga nanti hati tersebut akan menjadi satu diantara dua; (1) menjadi putih seperti shafa (sesuatu yang bersih dan jernih), maka hati seperti ini tidak akan terganggu dengan fitnah-fitnah lainnya selama masih ada langit dan bumi. Dan (2) menjadi hati yang hitam yang kelam seperti cangkir yang dibalikkan yang tidak dapat mengetahui suatu kebaikan dan tidak pula dapat mengingkari kemungkaran, kecuali dari apa yang dilakukan berdasarkan hawa nafsunya.’ (Muslim)

Namun yang perlu digaris bawahi dalam masalah ini adalah bahwa tiada keraguan bagi sesuatu yang telah jelas-jelas diharamkan oleh Allah, ataupun yang telah dihalalkan Allah swt. Adapun keraguan yang yang dimaksud dalam hadits ini adalah keraguan yang tiada batasan jelas antara hak dan batil, tidak ada larangan secara syar’i namun hati kita menjadi ragu serta gelisah karenanya.

Hikmah Tarbawiyah

1. Pentingnya ‘amaliyah qalbi’ dalam hati setiap mu’min, khususnya aktivis da’wah. Karena qalbu merupakan bashirah yang dapat menunjukkan seseorang jalan yang baik dari jalan yang buru. Qalbu merupakan alat pemilah dan pemisah antara kesamaran yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari.

2. Bahwa bagaimanapun juga manusia dalam kehidupannya akan menemukan satu keraguan dalam hidupnya; apakah dalam muamalah maliyah, ijtima’iyah, siyasiyah dan lain sebagainya. Oleh karenanya memungsikan qalbu secara fitrahnya dengan baik adalah satu solusi untuk dapat menemukan jalan kebenaran.

3. Bagaimanapun juga perbuatan dosa akan memberikan dampak negatif dalam kejiwaan seseorang. Kegundahan, gelisah, tidak tenang dan hal-hal negatif lainnya yang bersifat psikis. Karena perbuatan maksiat akan melahirkan noda-noda hitam dalam hati. Dan hati merupakan bahan bakar utama seseorang dalam mengarungi samudera kehidupan.

4. Ketika menemukan suatu perkara yang meragukan, membingungkan terlebih-lebih jika kita tidak menginginkan orang lain melihat kita dalam hal tersebut, maka segeralah ditinggalkan. Karena perkara tersebut sudah pasti termasuk perbuatan dosa, meskipun orang memfatwakannya halal.

5. Diantara cara yang cukup efektif dalam menekuni jalan yang baik adalah dengan cara berakhlak yang baik. Karena Allah akan memberikan jalan bagi akhlak yang baik, yang tidak akan Allah berikan pada yang lainnya.

Wallahu A’lam Bis Shawab

Rujukan (copy paste dari):http://www.dakwatuna.com/2008/kebaikan-dan-dosa/

Wednesday, March 17, 2010

JADILAH DIRI SENDIRI...

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG...
SELAWAT DAN SALAM BUAT RASULULLAH SAW, AHLUL BAIT DAN PARA SAHABAT..

Di sini sedikit hasil pemahaman saya dan cedokan dari tulisan editor majalah Solusi ke-17.

Apabila disebut pertandingan,tergambar di fikiran kita ianya berlaku antara kita dan insan lain.
Namun bagaimana sekiranya pertandingan itu adalah dengan diri kita sendiri? bertanding untuk mempamerkan menghasilkan usaha, pemikiran, kreativiti yang terbaik dalam diri sendiri.

Sekiranya kita 'kalah' dalam pertandingan dengan diri, seharusya kita merasa malu. kerna menggambarkan seakan kita masih lagi belum menguasai diri sendiri. Tapi kalah dengan insan lain, tak seharusnya perasaan malu menguasai kita.

Jadi mulakanlah bertanding dengan diri sendiri- melawan hawa nafsu, kalahkan sifat malas, tundukkan perasaan malu yang tidak bertempat, buangkan sifat berfikiran negatif dan lain-lain yang akan melemahkan diri dan jiwa.

Satu perkara yang seakan sinonim dengan kita adalah sentiasa membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sememangnya persaingan membuahkan kejayaan yang lebih memberangsangkan, tapi tak bermakna sehingga ia melemahkan semangat kita dalam berhadapan dengan keadaan.

Siapa yang terbaik bukanlah menjadi persoalan, kerana setiap manusia dilahirkan dengan keupayaan yang berbeza-beza. 'Jangka masa perkembangan' kita sama ada dari segi pemikiran, emosi, dan jiwa dari sudut kematangan adalah tidak sama.Berhenti daripada membandingkan laluan kita dengan laluan orang lain keran asudah pasti laluan itu tidak sama. Mudah pada mereka dan payah pada kita. Payah pada mereka dan mudah bagi kita.

Usah menyangka kelebihan zahir seperti kekayaan yang dimiliki oleh mereka menjadikan merekalah yang terbaik dan jangan berharap untuk menjadikan diri terbaik hanya semata dengan harta.

Sifat suka membandingkan diri dengan orang lain sebenarnya akan membuatkan hidup kita tidak bermatlamat. Seolah arus kemampuan diri bergantung dan ditentukan dengan orang lain.
Ada tika merasa yakin dan ada tika merasa ragu. Ada masa merasa bangga dan ada masa merasa putus asa. Perasaan kita juga akan sentiasa tidak tenteram. Dari sifat ini mungkin juga lahir sifat yang negatif yang lain seperti hasad dengki, tidak berpuas hati dengan apa yang ada dan tidak merasa senang dengan kejayaan insan lain. Antara perkara yang amat bernilai dalma kehidupan adalah ketenteraman jiwa. Hati yang diselubungi keresahan sukar untuk melahirkan kesyukuran kepada Allah SWT. Hari- hari yang dilalui terasa tidak bermakna kerana sandaran hanya semata pada makhluk bukan kepada Khaliq.

Jesteru binalah keyakinan diri anda bermula dengan keyakinan kepada Allah SWT. Letakkan segala harapan kepadaNya. Sesungguhnya Dia Maha Adil, mencipta di sebalik kekurangan ada kelebihan. Merasakan semuanya adalah milikNya lalu bersyukur dengan milik sedia ada dan berusaha dengan apa yang akan dimiliki nescaya kelebihan pada insan lain dijadikan satu dorongan dan kekurangan pada diri sendiri dijadikan kecekalan dalam menghadapi hari mendatang.

Cara yang terbaik untuk membuat perbandingan adalah bandingkan diri kita dengan potensi kita sebenar. KIta tidak perlu kepada kecantikan, kekayaan, dan kenamaan untuk melahirkan keyakinan diri sendiri. Cukuplah dengan membina keyakinan kepada Allah nescaya keyakinan diri akan turut terbina.
Setiap dari kita ada kelemahan, tapi berjalanlah dengan kelebihan yang kita ada dan letakkanlah kekurangan di hadapan sebagai peringatan.

Jadi, jangan menunggu diri anda dihargai, barulah anda merasa diri berharga, tetapi hargailah diri anda terlebih dahulu barulah orang lain akan menghargai anda.

Thursday, March 11, 2010

Melakar sejarah..

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG..
SELAWAT SALAM BUAT RASUL JUNJUNGAN SAW, KELUARGA DAN SAHABAT BAGINDA..

Hari yang bersejarah dalam hidupku..mungkin merubah sedikit sebanyak corak kehidupan di dunia yang semestinya terkesan di akhirat nanti..

Saat tangan menggenggam slip keputusan, tanpa diminta terasa sumting di lubuk hati.. Pada pandangan pertama, terasa pilu .Mungkin kerana bagiku ia tidak dapat memenuhi harapan ibubapaku dan mungkin juga kerana masih terngiang pengumuman kecemerlangan sahabat yang lain. Namun bila difikirkan, cukuplah dengan apa yang telahku usahakan atau mungkin lebih lagi. Alhamdulillah.. perasaan tika itu masih bercampur- baur, tak tahu bahawa adakah kesedihan yang menyelubungi jiwa ataupun kegembiraan. Tapi tetapku cuba pasakkan keredhaan di hati, inilah yang terbaik untukku..=)

Tapi bilaku berdepan dengan ayahku dan memikirkan apakah reaksi ibuku, kutahu yang ia tidak mencukupi bagi mereka..terasa amat bersalah tapi telah kuluahkan dengan cara yang tidak benar. MasyaAllah..Maafkan anakmu..

Dalam kesukaran permulaan untuk meneguhkan keredhaan di hati, ku tewas dengan memikirkan pandangan manusia sekeliling. Bersu'uzhon dengan mereka, membuatkan hati kurang menghayati nikmat kesyukuran.. Sekali lagi..

Segala puji bagi Allah,,tika itu juga hadir peringatan dalam menenangkan hati yang resah. Hadir sms dari sahabatku..:

~Yakin pada Allah bukanlah berharap terkabulnya segala harapan..
yakin pd Allah bukanlah pada keindahan nikmat..
yakin pada Allah adalah meletakkan KEREDHAAN PD KETENTUANNYA..
rasa bahagia dengan ujian walaupun perit..
di situ air mata tertitis terasa bernilai buat menyiram api neraka..
indahnya tarbiyah Allah..
tersirat rahmat dan hikmah..

Dalam perjalanan pulang..saudara2 yang mengetahui mengucapkan bisikan motivasi dalam menyelami kesyukuran..terasa kerdil diri ini..

:: Akhirnya, Alhamdulillah..ku cuba memasakkan keredhaan di hati..

..dengan berhadapan dengan natijah ini..
..dengan memberi keyakinan pd diri yang selagi masa masih ada,
perjuangan ini masih belum selesai,
dengan masa yang masih ada,
jadikan usaha yang lebih terbaik..
..menerimanya dengan hati yang ikhlas..

~segalanya dari Allah dan akhirnya akan dikembalikan kepadaNya..semuanya bukan milikku, jesteru mengapa perlu bersedih dalam kehilangan dan kekurangan sesuatu.



'Semua keadaan bagi mukmin adalah terbaik baginya..'

Dari Abu Yahya, iaitu Shuhaib bin Sinan r.a, katanya: Rasulullah s.a.w bersabda:
"Amat menghairankan sekali keadaan orang mu'min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan seperti itu tidak ada untuk orang lain kecuali hanya untuk mu'min itu, iaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, iapun bersyukur, maka keadaan itu adlah kebaikan baginya, sdg apbl ia ditimpa kesukaran, iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan bgnya."
(Riwayat Muslim)

Tuesday, March 9, 2010

Hiasi Prilaku dan Tutur Kata dengan Ketenangan..

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG..
SELAWAT DAN SALAM BUAT RASULULLAH SAW, KELUARGA DAN PARA SAHABAT...

Semakin hari terasa kehidupan ini adalah satu kurniaan..menyingkap kesilapan lalu membuatku terasa malu kpd dan diri dan lebih sepatutnya kpd Penciptaku.. namun kisah duka takkan selamanya berduka,,pasti ada cahaya yg hadir di sebalik tirai hikmah..asal ada usaha untuk menyelak tirai,,pastikan ketemu rahsia hikmah di sebalik semua kejadian..

Sejak akhir ini dengan rahmat Allah..inginku baiki sedikit sebanyak kesilapan lalu.. terutama dari bentuk pertuturan mahupun penulisanku.. kerna akan ku hadapi dunia ini sehari2 mahupun masa depan yang memerlukan penjagaan dalam banyak aspek..

Apa yang ingin diubah, saya pasakkan di dalam hati..namun dengan secara tak sengaja bersama hidayah Ilahi, saya terjumpa sebahagian isi dalam buku bertajuk 'Motivasi Menjadi Wanita Bahagia' tulisan Dr. Aidh Abdullah Al-Qarni yang amat bersesuaian dengan tekad hati.. lalu ingin saya lakarkan di sini agar ia menjadi satu anjakan buat diri terutamanya dan juga sahabat sekalian..

:: sifat orang Islam yg paling baik adlh menyelamatkn
org-org Islam dgn tangan dan lidahnya ::

Di bawah naungan tajuk ' Banyak bercakap menyiakan waktu berharga' :

~Jangan sekali-kali membiasakn diri dgn tabiat suka bertekak dan jangan terbabit dalam perbincangan yg tiada hujung pangkalnya tentang masalah yg bersifat mungkin dan samar..
hal itu akan membuatkan hati menjadi sempit dan nurani menjadi kotor..

~Janganlah kita memaksa satu pendapat kepada orang lain.Tetapi keluarkanlah ideamu dgn santun, tenang, tidak tergesa-gesa dan tidak mengumpat.

~Sikap suka membantah dan banyak mengkritik tidak akan mendatangkan sebarang kebaikan kepada diri kita..Hal itu akan membuat ketenangan hatimu hilang dan imejmu tidak baik.
Ucapkanlah kalimat yang penuh sopan dan penuh cinta jika kamu ingin menarik hati dan jiwa pendengar..

~Perbuatan yang sentiasa mendatangkan kesedihan dan kegundahan adalah apabila kamu menganggap orang lain tiada di sisimu sama ada untuk kamu berkongsi kasih mahupun merasa dirimu tidak memerlukan sesiapa, mencela mereka dan meremehkan orang lain.

Hal-hal tersebut dapat menghilangkan pahala, dapat mengumpulkan dosa untukmu dan menimbulkan perasaan tidak tenang.

~Oleh itu sibukkanlah dirimu dengan membetulkan aibmu berbanding orang lain. Sesungguhnya Allah tidak menciptakan kita sempurna dan terpelihara dari dosa. Setiap kita pasti menanggung dosa dan aib sendiri. Berbahagialah mereka yang sibuk memperbaiki diri sendiri berbanding sibuk memerhatikan aib manusia..

Seolah boleh disimpulkan agar setiap perbuatan mahupun tutur kata hendaklah dikerjakan dengan tenang agar akal dan iman mendahului dari nafsu dan emosi..